Hindari Jalur Rawan Longsor Di Talang Ratu, Karya Bakti TNI Buka Akses Jalur Baru

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 07 Agu 2026, 00:53:35 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Hindari Jalur Rawan Longsor Di Talang Ratu, Karya Bakti TNI Buka Akses Jalur Baru

Realnewsbengkulu.com | Lebong — Pembukaan badan jalan baru di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, terus dikerjakan melalui Program Karya Bakti TNI. Memasuki hari keenam, pembukaan badan jalan telah mencapai sekitar 400 meter atau 45 persen dari total target kurang lebih 900 meter.

Jalur baru tersebut dibuka sebagai alternatif bagi masyarakat yang selama ini menggunakan ruas Talang Ratu–Rimbo Pengadang. Jalan lama diketahui berada di sejumlah titik yang rawan longsor, terutama saat musim hujan.

Dengan adanya jalur baru ini, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih aman dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap ruas jalan yang rawan terdampak longsor.

Anggota Koramil 409-08/Rimbo Pengadang, Serda Ade Prima Jang Jaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi TNI bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Lebong.

Menurutnya, personel TNI dalam kegiatan Karya Bakti bertugas melakukan pembukaan badan jalan. Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan lanjutan seperti pengerasan hingga pengaspalan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR).

“TNI hanya bertugas melakukan pembukaan badan jalan. Setelah itu, pekerjaan lanjutan seperti pengerasan maupun pengaspalan akan dilaksanakan oleh Dinas PUTR Provinsi Bengkulu karena ruas jalan ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi,” kata Ade, Rabu (5/8/2026).

Ia menyebutkan, proses pembukaan badan jalan sejauh ini berjalan lancar dan belum menemui kendala berarti. Jika kondisi cuaca mendukung, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 40 hari.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, mengatakan pelibatan TNI dalam Program Karya Bakti merupakan salah satu langkah pemerintah provinsi untuk menekan biaya pembangunan.

Ia menjelaskan, pembukaan badan jalan tanpa dukungan TNI diperkirakan membutuhkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah. Melalui kerja sama tersebut, biaya pembukaan jalur dapat ditekan.

Setelah badan jalan selesai dibuka, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengoralan sebagai lapisan dasar sebelum pengaspalan. Untuk pengaspalan, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan waktu pengerjaan.

“Kalau pekerjaannya selesai lebih cepat, akan langsung dilanjutkan pengaspalan. Namun jika belum memungkinkan, pengaspalan akan dilanjutkan pada tahun depan,” tutupnya. (Rls)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment