Jelang Nataru, TPID Rejang Lebong Sidak Pasar Pantau Harga Bahan Pokok

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 16 Des 2025, 22:39:04 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Jelang Nataru, TPID Rejang Lebong Sidak Pasar Pantau Harga Bahan Pokok

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melakukan inspeksi mendadak (sidak) gabungan di sejumlah pasar tradisional, Selasa (16/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok penting tetap terkendali dan tidak melonjak tajam.

Dari hasil pemantauan di lapangan, TPID menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti daging ayam, telur, cabai merah, cabai hijau, cabai setan, serta sejumlah bahan pokok lainnya. Kenaikan ini dinilai masih wajar dan hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Nataru.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setdakab Rejang Lebong, Sofan Wahyudi, mengatakan sidak pasar ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi daerah (Rakorda) yang telah digelar sebelumnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi harga. Dari hasil sidak, memang ada kenaikan, namun masih dalam batas wajar. Ke depan, kami akan terus memantau secara berkala agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.

Sofan menjelaskan, kenaikan harga beberapa Bapokting dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan dari luar daerah justru mengalami penurunan. Salah satunya terjadi pada komoditas cabai merah yang selama ini banyak didatangkan dari luar Rejang Lebong.

“Pasokan cabai merah dari luar daerah berkurang, sementara permintaan cukup tinggi. Bahkan stok cabai di daerah juga banyak dibutuhkan, termasuk untuk dapur MBG di Rejang Lebong. Kondisi ini tentu berpengaruh pada harga di pasar,” jelasnya.

Untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, TPID Rejang Lebong juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menggelar pasar murah. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar murah menjadi salah satu upaya kita menjaga stabilitas harga. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga akhir tahun, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi tahun 2026,” pungkas Sofan. (Rls)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment