Komisi III DPRD Rejang Lebong Soroti Proses Lelang Hingga Kualitas Hotmix

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 04 Feb 2026, 09:02:16 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Komisi III DPRD Rejang Lebong Soroti Proses Lelang Hingga Kualitas Hotmix

Gambar : Anggota Komisi III Surya S.T Memperlihatkan Kualitas Hotmix Yang Di Bongkar Hanya Menggunakan Tangan


 

 

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong – Komisi III DPRD Kabupaten Rejang Lebong secara tegas mempertanyakan proses pelelangan hingga kualitas fisik sejumlah proyek jalan hotmix tahun anggaran 2025. Sorotan tersebut mengemuka dalam hearing bersama kontraktor pelaksana, Dinas PUPR-PKP, konsultan pengawas, serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Rejang Lebong, Selasa (3/2/2026) siang.

Hearing yang digelar tersebut merupakan tindak lanjut inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi III di tiga titik proyek, yakni Jalan Ade Irma Suryani Pasar Atas Curup, Jalan Merantau, serta Jalan Palembang Kecik Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ilir. 

Ketiga proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Tiga Cipta Persada. Dalam rapat, anggota dewan tidak hanya menyoal hasil akhir pekerjaan, tetapi juga menguliti proses sejak awal, mulai dari penetapan pemenang lelang, struktur perusahaan pihak ketiga, hingga kesiapan teknis di lapangan.

Ketua Komisi III DPRD Rejang Lebong, Rizal Tahsin, menegaskan bahwa DPRD tidak dalam posisi mencari kesalahan, melainkan memastikan kebenaran dan kualitas pembangunan yang menggunakan uang rakyat.

“Kami bukan ingin mencari-cari kesalahan, tapi ingin menegakkan kebenaran. Dari awal proses sampai fisik pekerjaan, banyak yang kami nilai tidak sesuai,” tegasnya.

Rizal menyoroti domisili kontraktor yang berada di luar daerah, serta jarak Asphalt Mixing Plant (AMP) yang dinilai terlalu jauh dari lokasi pekerjaan. Menurutnya, secara administrasi mungkin terpenuhi, namun verifikasi faktual di lapangan menjadi persoalan serius.

“Kalau cuma cek berkas, siapapun bisa. Tapi jarak AMP tidak pernah disurvei langsung. Ini menyangkut kadar, mutu, dan kualitas aspal. Kalau asal menentukan, hasilnya juga pasti asal-asalan,” ujarnya.

Sorotan paling tajam datang dari temuan kualitas jalan. Di Jalan Ade Irma Suryani dan Jalan Merantau, dewan menemukan lapisan hotmix yang dinilai tidak sesuai spesifikasi. Beberapa titik bahkan memperlihatkan batu agregat yang bermunculan ke permukaan.

“Ini hotmix rasanya seperti lapen. Di Jalan Merantau, bagian bawahnya malah berlumpur. Kami khawatir umur jalan ini tidak akan lama, padahal baru selesai dibangun,” tambahnya. 

Sementara itu, anggota Komisi III, Anton Doriska, secara tegas meminta agar sekitar 200 meter jalan di kawasan Pasar Atas dibongkar dan diaspal ulang.

“Dibongkar ulang, dipadatkan ulang, dan diaspal ulang. Jangan dipaksakan kalau memang tidak layak,” katanya.

Keluhan masyarakat turut menjadi dasar sikap DPRD. Anggota Komisi III, Beni, menyebutkan bahwa warga Desa Lubuk Alai banyak mempertanyakan kualitas jalan karena lapisan hotmix dinilai mudah terkelupas, bahkan seperti bisa dibuka layaknya karpet.

Menanggapi kritik tersebut, perwakilan Dinas PUPR-PKP, Eko, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal dan masih menunggu hasil uji laboratorium. Ia juga menyebutkan bahwa faktor cuaca turut memengaruhi kualitas pekerjaan. 

" Untuk progres pembayaran, Jalan Ade Irma Suryani telah dibayarkan sekitar 90 persen, sementara Jalan Merantau dan Palembang Kecik baru sekitar 55 persen" jelasnya. 

Disisi lain, Dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Tim Pokja LPSE Ari menjelaskan bahwa proses lelang dilakukan secara nasional dan hanya diikuti oleh dua peserta. Meski demikian, pihaknya mengakui perlunya evaluasi ke depan.

“Kami berterima kasih atas masukan DPRD. Ke depan, kemampuan perusahaan, kesiapan alat, dan jarak AMP akan menjadi bahan evaluasi penting,” ujarnya.

Pihak kontraktor, CV. Tiga Cipta Persada, melalui perwakilannya Dwi Andaru, menyatakan siap bertanggung jawab dan melakukan perbaikan terhadap temuan di lapangan.

" Sesuai dengan hasil hearing yang tertera dalam kesepakatan bersama, kami dari CV. Tiga Cipta Persada akan meninjau ulang secara keseluruhan di Jalan Merantau dan Palembang Kecik sedangkan untuk Jalan Ade Irma Suryani Pasar Atas Curup akan di bongkar aspal ulang sapanjang 200 meter yang dinilai bergelombang," tutupnya. (Red)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment