Lapas Kelas IIA Curup Ikuti Rakor Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi Warga Binaan

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 06 Okt 2026, 22:55:27 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Lapas Kelas IIA Curup Ikuti Rakor Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi Warga Binaan

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran pemasyarakatan dari berbagai satuan kerja.

Rakor membahas langkah lanjutan terkait pembentukan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pembinaan agar proses pemulihan, pendidikan, serta pembentukan sikap warga binaan dapat berjalan lebih terarah.

Rapat koordinasi dipimpin Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Analisis dan Evaluasi Pemasyarakatan yang dipimpin Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pembahasan tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran pemasyarakatan untuk menyelaraskan pelaksanaan kebijakan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di masing-masing satuan kerja.

Kalapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam rakor tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Curup mengikuti kebijakan dan arah pembinaan pemasyarakatan yang ditetapkan secara nasional.

“Melalui koordinasi dan evaluasi secara berkala, kami terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan. Program rehabilitasi dan reedukasi diharapkan dapat mendukung proses pembinaan hingga mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pembinaan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kesiapan mereka menjalani proses reintegrasi sosial.

" Lapas Curup berkomitmen untuk terus menyesuaikan pelaksanaan program pembinaan dengan kebijakan nasional, sehingga pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan secara optimal," tutupnya. (Rls)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment