Rayakan Cap Go Meh, Warga Tionghoa Rejang Lebong Di Minta Tetap Lestarikan Budaya

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 26 Feb 2024, 08:41:37 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Rayakan Cap Go Meh, Warga Tionghoa Rejang Lebong Di Minta Tetap Lestarikan Budaya

 

 

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Ratusan warga etnis Tionghoa yang ada di kabupaten Rejang Lebong berkumpul di Vihara Panca Karunia guna merayakan Cap Go Meh, Minggu (25/02/24) malam. 

Dalam perayaan Cap Go Meh yang merupakan puncak perayaan Hari Raya Imlek yang biasanya digelar dengan berbagai tradisi unik tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati  Rejang Lebong Hendra Wahyudiansyah SH didampingi Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tiong Hoa Indonesia (PSTMI) Rejang Lebong Putra Mas Wigoro SE SH MH. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah mengatakan pemerintah daerah mendorong dan minta kepada warga etnis tionghoa yang ada di kabupaten Rejang Lebong untuk dapat terus melestarikan budaya khas warga tionghoa seperti kesenian barongsai. 

" Kita dari pemerintah daerah Rejang Lebong minta kepada saudara kita dari etnis tionghoa untuk tetap melestarikan budaya dan menghidupkan kembali kesenian seperti kesenian barongsai, dengan melestarikan budaya dan kesenian barongsai kita akan dorong untuk dapat ditampilkan dalam even even daerah. Kita harapkan keberagaman kesenian yang ada di Rejang Lebong dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata," harap Wabup Hendra. 

Sementara itu, Ketua PSTMI Rejang Lebong Putra Mas Wigoro SE SH MH mengatakan melalui perayaan Cap Go Meh ini diharapkan masyarakat etnis tionghoa dapat semakin berbagur dengan seluruh masyarakat dari berbagai etnis yang ada di kabupaten Rejang Lebong. 

" Kita harapkan tradisi etnis Tionghoa di Rejang Lebong bisa tetap lestari, dan kita bisa semakin berbaur dengan seluruh warga dari enits Entis lainya, untuk kesenian barongsai kita akan hidupkan kembali," jelasnya. 

Sekedar diketahui, Cap Go Meh adalah salah satu budaya Tiongkok yang masih dilestarikan hingga saat ini. Acara tahunan ini dirayakan lima belas hari setelah Tahun Baru Imlek. Perayaan ini diawali dengan berdoa di vihara atau klenteng, lalu dilanjutkan dengan iringan kenong dan simbal serta pertunjukan barongsai. Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien, Chap Go Meh (???) yang berarti malam kelima belas. Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 belas pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.

Istilah Cap Go Meh umumnya digunakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia dan Malaysia. Di Tiongkok sendiri, nama yang umum digunakan adalah Festival Lampion.

Pada perayaan Hari Raya Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa biasanya mengadakan pawai di jalan-jalan dengan diiringi pertunjukan Barongsai yang dimulai dari klenteng. Selain itu, masyarakat Tionghoa biasanya membuat lampion yang dipasang di jalan-jalan utama. (Red)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment