RSUD Rejang Lebong Matangkan Persiapan Reakreditasi 2027, Perkuat Layanan dan SDM Kesehatan

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 08 Mar 2026, 23:49:05 WIB Kabupaten Rejang Lebong
RSUD Rejang Lebong Matangkan Persiapan Reakreditasi 2027, Perkuat Layanan dan SDM Kesehatan

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Manajemen RSUD Rejang Lebong mulai mematangkan langkah sejak dini untuk menghadapi penilaian reakreditasi pada 2027 mendatang. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong ini fokus memperkuat kualitas layanan melalui penambahan fasilitas pendukung serta penguatan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Rejang Lebong, drg Asep Setia Budiman, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap agar seluruh standar yang ditetapkan dalam proses akreditasi dapat terpenuhi. Pembenahan menyasar sarana pelayanan, ruang perawatan, hingga kelengkapan fasilitas penunjang medis.

“Kami menyiapkan berbagai aspek, mulai dari SDM tenaga kesehatan, peningkatan kualitas ruang pelayanan dan perawatan, sampai fasilitas pendukung lainnya. Targetnya, saat penilaian nanti seluruh standar rumah sakit bisa terpenuhi dengan baik,” jelasnya, Senin (16/02/26).

RSUD Rejang Lebong sendiri sebelumnya telah menjalani akreditasi pada 2022 dan meraih predikat paripurna. Capaian itu menjadi pijakan penting bagi manajemen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan mutu layanan di masa reakreditasi nanti.

Dari sisi tenaga medis, saat ini RSUD Rejang Lebong telah memiliki 23 dokter spesialis dan 10 dokter umum. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya. Dalam waktu dekat, rumah sakit ini juga mendapat tambahan tiga dokter spesialis baru, yakni spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), spesialis mata, dan spesialis patologi anatomi.

Ketiga dokter tersebut sebelumnya telah mengabdi di fasilitas kesehatan di Rejang Lebong sebelum melanjutkan pendidikan spesialis. Kini, kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat layanan rujukan di rumah sakit daerah tersebut.

Meski demikian, masih ada satu layanan spesialis yang belum tersedia, yakni dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Ketiadaan layanan ini membuat pasien dengan penyakit jantung kerap harus dirujuk ke rumah sakit rujukan di Bengkulu atau bahkan ke RS Jantung di Jakarta.

“Kebutuhan dokter spesialis jantung cukup tinggi. Karena belum tersedia, kami menjajaki kerja sama dengan rumah sakit yang memiliki layanan tersebut agar pasien tetap bisa tertangani lebih cepat,” katanya.

Melalui persiapan yang dilakukan sejak sekarang, manajemen berharap RSUD Rejang Lebong dapat menghadapi reakreditasi 2027 dengan lebih siap sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong secara berkelanjutan. (Red)

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment