Siapkan Kampus Adaptif di Era Digital, AKREL Gelar Pelatihan Pembelajaran Digital Terintegrasi

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 15 Jul 2026, 13:01:01 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Siapkan Kampus Adaptif di Era Digital, AKREL Gelar Pelatihan Pembelajaran Digital Terintegrasi

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembelajaran Digital di Lingkungan Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong dengan tema “Transformasi Pembelajaran melalui Platform Digital Terintegrasi bagi Sivitas Akademika Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong”. 

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (14/7/2026) dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan AKREL. Pelatihan yang dihadiri dua narasumber kompeten di bidang teknologi pendidikan dan transformasi digital, yaitu Halim Fathoni, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) dan Dr. Eko Risdianto, S.Si., M.Cs. dari Universitas Bengkulu (UNIB).

Ketua pelaksana, Triayu Rahmadiah, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara efektif, aman, etis, dan bertanggung jawab guna mendukung proses pembelajaran, penelitian, serta produktivitas akademik.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi seluruh peserta untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam penggunaan berbagai platform digital sehingga mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Kiky Nurfitri Sari, S.P., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan tinggi. 

“Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Perguruan tinggi dituntut untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, penguasaan teknologi pembelajaran digital bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri dan melahirkan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran maupun pelayanan akademik. 

“Digitalisasi bukan sekadar penggunaan aplikasi, tetapi merupakan upaya membangun budaya kerja yang lebih efektif, efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan,” tambahnya.

Pada sesi pertama, Halim Fathoni, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan materi bertajuk “Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital Terintegrasi untuk Pendidikan Vokasi yang Adaptif”. 

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut institusi pendidikan untuk segera beradaptasi dengan sistem pembelajaran berbasis digital. Selain itu, ia memperkenalkan berbagai platform pembelajaran digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar, di antaranya Google Classroom, NotebookLM, dan berbagai perangkat digital lainnya yang mendukung pembelajaran interaktif. 

Selain menjelaskan konsep dan manfaatnya, ia juga mendemonstrasikan secara langsung cara mengelola platform-platform tersebut agar lebih menarik, efektif, dan mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur teknologi. 

“Pemanfaatan platform digital yang optimal memerlukan dukungan server dan jaringan internet yang kuat agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Eko Risdianto, S.Si., M.Cs. menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Platform Digital Terintegrasi untuk Pembelajaran, Kolaborasi, dan Evaluasi Akademik”. Dalam pemaparannya, dirinua menyoroti pentingnya pemanfaatan platform digital terintegrasi dalam mendukung tata kelola pendidikan modern.

Dalam kesempatan tersebut dirinya memperkenalkan Quenza, sebuah platform digital terintegrasi yang dapat membantu institusi pendidikan, kesehatan, dan organisasi lainnya dalam mengelola data, komunikasi, serta operasional secara lebih efektif dan efisien. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk menyaksikan demonstrasi langsung berbagai fitur yang tersedia dalam platform tersebut.

Beberapa fitur yang diperkenalkan antara lain Quenza LMS untuk pengelolaan pembelajaran, Quenza Academy untuk pengembangan kompetensi, Quenza Alumni untuk pengelolaan jejaring alumni, Web Profile sebagai media informasi institusi, hingga Quenza Inclusion yang dirancang untuk mendukung layanan pendidikan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Pada sesi demonstrasi tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana platform digital terintegrasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, kolaborasi, administrasi akademik, hingga peningkatan layanan pendidikan yang inklusif. Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba berbagai fitur platform yang diperkenalkan oleh para narasumber.

Melalui kegiatan ini, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi digital. Diharapkan hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran, tata kelola akademik, dan pelayanan pendidikan sehingga mampu mewujudkan kampus yang unggul, adaptif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan era digital. (Rls)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment