Telan Anggaran Rp.3,4 Miliar Rehab Puskesmas Sambirejo Di Sidak DPRD, Sejumlah Catatan Jadi Temuan

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 24 Feb 2026, 00:50:19 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Telan Anggaran Rp.3,4 Miliar Rehab Puskesmas Sambirejo Di Sidak DPRD, Sejumlah Catatan Jadi Temuan

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong – Proyek rehabilitasi Puskesmas Sambirejo di Kabupaten Rejang Lebong yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp3,4 miliar kembali menjadi sorotan. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan DPRD Rejang Lebong menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan terkesan dikerjakan kurang maksimal.

Temuan tersebut diperoleh saat Komisi I DPRD Rejang Lebong turun langsung ke lokasi pada Senin (23/2/26). Proyek ini sebelumnya juga pernah mendapat perhatian serius setelah masuk dalam catatan pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi pada November 2025 lalu, saat melakukan pemantauan terhadap sejumlah proyek strategis di wilayah Rejang Lebong.

Pekerjaan rehabilitasi Puskesmas Sambirejo sendiri, diketahui dilaksanakan oleh CV. Gegasan Jaya Utama, dengan konsultan perencana CV. Raga Jaya Konsultan dan konsultan pengawas CV. Tri Putera. 

Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, menyampaikan bahwa pihak ketiga masih memiliki tanggung jawab untuk menyempurnakan hasil pekerjaan dalam masa pemeliharaan proyek. Ia menegaskan, berbagai kekurangan yang ditemukan harus segera dibenahi dalam rentang waktu pemeliharaan selama tiga hingga enam bulan.

“Harapan kami, masa pemeliharaan tiga sampai enam bulan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya. 

Ia juga menegaskan bahwa DPRD menjalankan fungsi pengawasan, bukan semata-mata untuk mencari kesalahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg Asep Setia Budiman, mengapresiasi langkah DPRD yang turun langsung ke lapangan. Ia berharap seluruh temuan hasil sidak dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana, mengingat masih terdapat beberapa bagian pekerjaan yang perlu perbaikan.

Disisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Heri Wartono, mengakui adanya sejumlah kendala selama proses pengerjaan, termasuk faktor cuaca yang menyebabkan keterlambatan. Ia menyebutkan proyek sempat mendapat perpanjangan waktu selama tiga hari dengan tambahan anggaran lebih dari Rp10 juta.

“Faktor cuaca memang menghambat pekerjaan di lapangan hingga ada perpanjangan waktu. Namun saat ini pekerjaan telah rampung 100 persen dan masih dalam masa pemeliharaan,” tutupnya. (Rls)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment