Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong Dorong Warga Kembangkan Akuaponik Sebagai Usaha Produktif

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 03 Jul 2026, 00:12:58 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong Dorong Warga Kembangkan Akuaponik Sebagai Usaha Produktif

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) melalui Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk " Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Implementasi dan Pendampingan Sistem Akuaponik sebagai Model Usaha Produktif Berkelanjutan " yang digelar di Desa Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Kamis (2/7/26).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi perikanan dan pertanian melalui teknologi akuaponik yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Menariknya, kegiatan yang diikuti masyarakat, Kelompok Tani Tani Maju, Penyuluh Perikanan, Penyuluh Pertanian tersebut menghadirkan materi mengenai teknologi akuaponik, analisis usaha, serta pelatihan pembuatan akuaponik sistem apung sebagai bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis sumber daya lokal.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Merigi, Nikopien, yang mewakili Kelompok Tani Tani Maju mengatakan Kabupaten Kepahiang memiliki potensi perikanan yang cukup besar, khususnya pada budidaya ikan di kolam air tenang. Namun, potensi tersebut hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi perikanan di Kabupaten Kepahiang cukup besar, terutama pada kolam air tenang. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi tersebut secara lebih produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Nikopien.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu (P3MPM) AKREL, Siti Lestari, S.Pi., M.P., mengatakan, akuaponik tidak hanya menawarkan solusi budidaya yang efisien, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“ Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan memahami dasar-dasar pembuatan akuaponik serta mampu menghitung analisis usaha sehingga akuaponik dapat menjadi model usaha produktif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya. 

Disisi lain, Penyuluh Perikanan Kabupaten Kepahiang, Dessy Florita, S.Pi., menjelaskan bahwa akuaponik merupakan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan budidaya tanaman dalam satu ekosistem yang saling mendukung. 

" Sistem ini memungkinkan limbah hasil budidaya ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanaman sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan," ujarnya. 

Selain itu, sambungnya, akuaponik memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya menghemat penggunaan lahan, memanfaatkan kotoran ikan sebagai pupuk organik, serta lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja.

Sementara itu, dosen Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar AKREL, sekaligus ketua tim pelaksana kegiatan PkM, Triayu Rahmadiah, S.Pi., M.Si., menyampaikan materi mengenai peluang pengembangan akuaponik sebagai usaha produktif masyarakat. Materi tersebut mencakup analisis kelayakan usaha, perhitungan biaya produksi, potensi keuntungan, serta strategi pemasaran hasil budidaya.

“Keberhasilan usaha akuaponik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga kemampuan dalam mengelola usaha. Karena itu, masyarakat perlu memahami aspek produksi dan bisnis secara seimbang agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti pelatihan pembuatan akuaponik sistem rakit apung. Dalam praktik tersebut, peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari persiapan alat dan bahan, perakitan instalasi, pemasangan media tanam, hingga pengoperasian sistem. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan aktif selama pelatihan berlangsung.

" Melalui kegiatan ini, AKREL berharap masyarakat Desa Durian Depun mampu mengembangkan akuaponik sebagai salah satu alternatif usaha produktif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak, di mana perguruan tinggi hadir memberikan solusi nyata melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal," tutupnya. (Rls)

 

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment