Bebas Melintas Di KTL, 20 Truck Batubara Diamankan Kodim 0409 Rejang Lebong

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 27 Jul 2023, 16:31:06 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Bebas Melintas Di KTL, 20 Truck Batubara Diamankan Kodim 0409 Rejang Lebong

Bebas Melintas Di KTL, 2

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Sebanyak 20 truck berumatan batubara yang selama ini masih bebas melintasi jalan di kabupaten Rejang Lebong terutama di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) terpaksa diamankan jajaran Kodim 0409 Rejang Lebong (RL), Rabu (26/07/23) malam.

Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Inf. M.Renaldy Herbowo S.Sos., M.Si, mengatakan truck batubara yang melintasi Kawasan Tertib Lalu lintas sudah sangat meresahkan masyarakat terutama berdampak pada kerusakan jalan yang baru dibangun oleh Pemerintah Daerah kabupaten Rejang Lebong.

"  Disini kita tidak menangkap para sopir truck batubara namun hanya membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menertibkan truck yang bertonase melebihi kapasitas, Padahal jalur untuk angkutan yang bertonase besar sudah disediakan namun para sopir tetap melewati kawasan tertib lalu lintas," jelas Dandim 0409 Rejang Lebong.

Untuk tidak terpantau oleh para petugas, sambungnya, para sopir truck batubara selalu melewati kawasan tertib lalu lintas disaat tengah malam. Apalagi jalanan depan Markas Kodim Rejang Lebong adalah jalur yang dilewati oleh para sopir angkutan batubara, sehingga perlu ambil sikap sebagai peringatan bagi para truck batubara.

" Kedepannya kita akan mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder mengenai angkutan bertonase besar ini, karena ini perlu perhatian semua pihak. Ditambah, persoalan terkait keamanan di Jalan Lintas Curup - Lubuklinggau, masih ada beberapa oknum tak bertanggung jawab meminta uang keamanan kepada para sopir angkutan batubara," tambahnya.

Sementara itu, Kadishub Rejang Lebong Rahman Yuzir yang ikut serta memberikan peringatan kepada para sopir truck batubara mengatakan, persoalan para sopir enggan melintas di Jalur Dua adalah khawatir armada mereka mundur saat menaiki tanjakan, namun jika kapasitas tonase kendaraan mereka tidak overload, maka hal tersebut tidak akan terjadi.

" Untuk posisi para sopir saat ini jelas menyalahi aturan karena melintasi kawasan tertib lalu lintas, seperti diketahui dari Bundaran Simpang Nangka hingga Gapura di kelurahan Tempel Rejo adalah kawasan tertib lalu lintas yang berarti mobil angkutan bermuatan besar dilarang lewat kecuali mobil bongkar muat. Sementara, di Simpang Macang juga sebelumnya sudah ada rambu-rambu terkait tonase kendaraan, bahwa mobil bertonase besar harus lewat Jalur Dua, bukan melewati jalan Kelurahan Air Bang," jelas Kadishub RL.

Disisi lain, salah satu Sopir truck Batubara, Indra, mengapresiasi atas tindakan yang telah dilakukan Kodim 0409/RL. Tentu tindakan seperti ini, dirinya sangat mendukung, apalagi Ia sendiri adalah warga Rejang Lebong.

" Selama ini saya selalu mematuhi aturan lalulintas, namun karena kerap saya melihat beberapa angkutan membandel lewat jalur perkotaan, sayapun akhirnya ikut juga lewat jalur ini. Tapi harapan saya, bukan hanya armada batubara yang ditahan, banyak Armada angkutan lainnya yang kerap membandel lewat jalur perkotaan ini, kami minta mereka juga ikut ditertibkan dan jangan timbang pilih," harapnya.

Informasi terhimpun, sebanyak 20 Armada Batubara dari berbagai jenis kendaraan, seperti Lohan Dump Truck, Truk Engkel, Colt Diesel dan sebagainya mulai diamankan oleh pihak Kodim 0409/RL pada pukul 01.00 dini hari hingga pukul 05.00 wib, Kamis (27/07/2023). Parahnya, rata-rata armada tersebut kapasitasnya overload, misal kapasitas 16 ton tapi berisi hingga 20 ton, kapasitas 8 ton berisi muatan hingga 12 ton.

Tertera dalam salah satu Delivery Order (DO) atau tiket timbangannya jenis barang yang diangkut adalah batubara dari PT Sarwa Sembada Karya Bumi (SSKB) desa Bukit Peranginan, Mandiangin, Sarolangun, Jambi. Untuk pembeli atau costumernya adalah PT Selamat Jaya Resources (SJR), Pulau Baai Bengkulu dan transportasi-nya adalah PT Selamat Jaya Pratama (SJP). (Red)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment