Gelar Inovasi AKREL 2026 Hadirkan 45 Karya, Peserta Dari Bali Ikut Unjuk Kreativitas

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 30 Sep 2026, 00:53:18 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Gelar Inovasi AKREL 2026 Hadirkan 45 Karya, Peserta Dari Bali Ikut Unjuk Kreativitas

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong – Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL), Provinsi Bengkulu, menggelar Gelar Inovasi AKREL 2026 dengan menampilkan berbagai karya dan inovasi di bidang teknologi, produk makanan, dan nonmakanan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Mengusung tema “Berakar dari Lokal, Berdampak secara Global”, kegiatan yang digelar pada Selasa (29/9/26) tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Sumatera, hingga Bali menjadi salah satu karya terjauh. 

Direktur AKREL, Kiky Nurfitri Sari S.P., M.Si, mengatakan Gelar Inovasi AKREL telah menjadi agenda tahunan yang memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menggali potensi daerah sekaligus mendorong lahirnya karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

" Pada tahap final tahun ini terdapat 15 peserta dari masing-masing kategori yang berhasil lolos seleksi sebelumnya. Dengan demikian, sebanyak 45 peserta mengikuti babak final dari tiga kategori yang dilombakan," jelasnya Direktur. 

Ia menambahkan, Salah satu peserta berasal dari Bali yang mengikuti kategori teknologi. Keikutsertaan peserta dari luar daerah tersebut menunjukkan bahwa Gelar Inovasi AKREL mulai menarik minat peserta dari berbagai wilayah.

" Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui inovasi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga teknologi. Melalui ajang ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tambahnya. 

Menariknya, melalui kegiatan ini, diharapkan karya-karya yang ditampilkan dapat dikembangkan sesuai potensi yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Sehingga inovasi tersebut bisa menjadi solusi, untuk meningkatkan perekonomian, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Rejang Lebong. 

" Alhamdulillah antusias dari para peserta sangat tinggi, setiap tahun inovasi-inovasi yang dibuat selalu menarik perhatian ini menunjukkan bahwa Gelar Inovasi AKREL mulai menjadi ruang temu gagasan dan kreativitas berskala luas sekaligus sarana branding lembaga. Insyaallah kegiatan ini akan terus kita gelar untuk meningkatkan semangat dari seluruh mahasiswa serta peserta," tambah Direktur. 

Selain perlombaan, Gelar Inovasi AKREL 2026 juga diramaikan dengan bazar produk makanan dan nonmakanan, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pojok perpustakaan keliling. Kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra AKREL untuk memperkuat kerja sama.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Rejang Lebong Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Taman SP, yang hadir mewakili Plt. Bupati Rejang Lebong, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Gelar Inovasi AKREL menjadi ruang bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek ekonomi, terutama biaya produksi dan peluang pemasaran, agar produk inovasi yang dihasilkan dapat bersaing dan diterima pasar.

"Pihak AKREL perlu melakukan analisis ekonomi agar produk yang diluncurkan bisa menguasai pasar. Saat ini biaya produksi masih relatif tinggi, sehingga dibutuhkan kajian lebih lanjut agar lebih efisien dan kompetitif," kata Taman.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen mendukung pengembangan inovasi dan kreativitas mahasiswa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.

" Melalui Gelar Inovasi AKREL 2026, berbagai karya yang berangkat dari potensi lokal diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Intinya kita dari pemerintah daerah sangat mendukung dan akan mensuport kegiatan yang sangat positif ini," tutupnya. (Red)

 

 

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment