Kurang Transparansi, Pembangunan Jalan TPU di RT 09 Kelurahan Muara Enim Jadi Gaduh

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 28 Jun 2022, 23:43:42 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Kurang Transparansi, Pembangunan Jalan TPU di RT 09 Kelurahan Muara Enim Jadi Gaduh

 

Realnewsbengkulu.com II Lubuklinggau - Polemik yang melanda perangkat di Kelurahan Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat I antara Lurah dan Ketua - Ketua RT perihal pembangunan jalan TPU di RT.09 yang pengerjaannya secara Swadaya, menimbulkan kegaduhan karena para ketua RT dan panitia pembangunan jalan TPU mempertanyakan Dana yang diterima dari salah satu penyumbang kepada Lurah Kelurahan Muara Enim.

Terpantau awak media Lurah Kelurahan Muara Enim Hj. Luluk Kholifah bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Ibrahim, Babinsa Serma Hendra Aferi, serta beberapa ketua RT, Ketua LPM, Bendahara LPM, Tokoh masyarakat, Panitia Pembangunan TPU dan warga , melakukan pertemuan Senin (27/06/22) di Kantor Lurah guna membahas permasalahan yang mencuat di Kelurahan Muara Enim, menyangkut bantuan dari Manajemen SPBU City Taba Jemekeh (Dewinda Grup).

Dalam kesempatan tersebut, Solihin Ketua RT. At f02 mewakili RT - RT mempertanyakan transparansi dana yang telah diserahkan pihak Manajemen Dewinda Group.

" kami hanya menanyakan berapa nominalnya sehingga warga mendapatkan kejelasan serta ketransparansi dalam kegiatan tersebut" tutur Solihin.

Sementara itu, Guna Sari salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Muara Enim yang merupakan mantan Lurah Kelurahan Muara Enim meminta agar Lurah menjelaskan secara rinci prihal bantuan yang diberikan oleh donatur tersebut.

" Apakah Bantuan itu untuk Masjid? atau untuk Pembangunan Jalan TPU? Kalau memang untuk Masjid serahkan dengan Ketua Masjid atau untuk TPU ya serahkan saja dengan Ketua atau Bendahara TPU nya. Kita sangat menyayangkan sikap Lurah Kelurahan Muara Enim karena di alam Demokrasi apapun yang menyangkut kepentingan publik perlu azas keterbukaan, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan seperti ini," ucap Guna Sari.

Salah seorang pemuda Asep mengatakan masyarakat yang datang kesini ingin mengkonfirmasi terkait dengan adanya praduga dan prasangka yang tidak baik.

" yang ditanyakan masyarakat adalah transparansi karena pada saat penyerahan bantuan itu saya ada di lokasi tersebut (tanggal 30 mei), dan sepengetahuan saya memang bantuan itu pada hari itu untuk pembangunan TPU di RT.08 , intinya masyarakat ingin  mempertanyakan transparansi" ujarnya.

Pada saat yang sama Lurah Kelurahan Muara Enim Hj.Luluk Kholifah Mengklarifikasi isu yang tengah beredar di masyarakat bahwa bantuan dari Donatur yakni Manajemen Dewinda Gruop.

" iya, bantuan itu memang ada, namun sesuai dengan pesan dari Donatur tersebut tidak mau diketahui jumlah Nominalnya, sehingga bantuan yang diserahkan, saya tidak bisa menjawab nominalnya berapa?" ujar Luluk.

Menurut Lurah Kelurahan Muara Enim ada beberapa  alasan mengapa bantuan itu tidak di serahkan ke panitia pembangunan jalan TPU.

" Ada beberapa alasan mengapa saya tidak menyerahkan bantuan tersebut ke panitia, salah satunya karena saya merasa laporan mereka tidak transparan ke Lurah, semestinya panitia memberikan laporannya tentang penggunaan dana yang sudah terkumpul, pengeluarannya dan bukti pengeluarannya, nanti baru saya serahkan bantuan itu," tambahnya.

Setelah melalui rapat dan diskusi yang panjang dicapai kesepakatan Lurah akan menyerahkan bantuan itu kepada panitia pembangunan jalan TPU.(**)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment