Mediasi Tolak Kenaikan BBM, Baju Orator Aksi Di Cengkram Oknum Anggota DPRD RL

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 06 Sep 2022, 23:02:03 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Mediasi Tolak Kenaikan BBM, Baju Orator Aksi Di Cengkram Oknum Anggota DPRD RL

 

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa kabupaten Rejang Lebong (RL) turut menyuarakan penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kegiatan yang diikuti berbagai perguruan tinggi dan organisasi ekstra kampus tersebut di awali dengan aksi Long-March menuju gedung DPRD RL.

Menariknya, saat mediasi menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada anggota DPRD RL, sempat terjadi bersitegang antara mahasiswa dan salah satu oknum anggota DPRD RL. bermula saat salah satu orator aksi yang diketahui bernama M. Dio Putra aktivis HMI membaca tuntutan aksi tersebut, kemudian Anggota DPRD RL M Ali sengaja duduk menghampirinya, tak berselang lama, ada sedikit keributan persoalan terkait siapakah provokasinya, saat itulah Ali mencengkram kerah baju Dio Putra, untungnya hal tersebut cepat diredam oleh anggota Polres RL.

Menanggapi hal tersebut, M. Dio Putra mengatakan, menurutnya mungkin tindakan tadi hanya spontanitas saja dan Ia memaafkannya.

"Secara pribadi sebenarnya saya tidak menerima tindakan seperti tadi, tapi saya maafkan. Namun, untuk kedepannya saya harap ketika nanti ada aksi terkait bela rakyat selanjutnya, saya minta pihak dewan menyambut dengan baik perjuangan dari kami para mahasiswa," ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp.

Lanjutnya, apalagi anggota DPRD merupakan perwakilan dari rakyat, seharusnya mensupport ketika kawan-kawan mahasiswa mengontrol terkait kebijakan Pemerintah yang mempunyai dampak negatif bagi rakyat.

Selain itu, ketika bentuk tindakan seperti tadi terdapat unsur represif nya dan dilakukan oleh pihak dewan ke mahasiswa lain yang melakukan aksi tadi.

"Secara pribadi dan mewakili mahasiswa lain kami akan tindak lanjuti ke aturan hukum. Karena secara perspektif dari massa, tindakan seperti itu tidak baik dlakukan oleh anggota Dewan," tegasnya.

Sementara, untuk tuntutan mahasiswa yang disaksikan oleh 16 dari 30 anggota DPRD RL serta didampingi oleh Kapolres RL, AKBP Tonny Kurniawan dan Kajari RL Yadi Rachmat Sunaryadi. Mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu Menolak Kenaikan Harga BBM dan Minta Menstabilkan Harga BBM, lalu mendesak pemerintah memberantas mafia sektor migas dengan penegakan hukum yang adil dan transparan. Kemudian, apabila tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi maka, mahasiswa mendesak Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

Selanjutnya, para aktivis mahasiswa juga mendesak pemerintah kabupaten Rejang Lebong dan DPRD RL untuk menyelesaikan infrastuktur yang ada di kabupaten ini.

Usai pembacaan tuntutan, karena mahasiswa meminta anggota DPRD RL menandatangi surat pernyataan menyetujui tuntutan mereka. Sehingga, Ketua DPRD RL, Mahdi Husen sepakat untuk menandatangani surat tuntutan tersebut, hanya saja ada beberapa redaksional yang mesti diperbaiki terlebih dahulu oleh para mahasiswa. (Red)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment