Produksi Menurun Dimusim Kemarau, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Tanam Lebih Dari 20 Ribu Pohon

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 22 Sep 2026, 00:09:29 WIB Kabupaten Kepahiang
Produksi Menurun Dimusim Kemarau, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Tanam Lebih Dari 20 Ribu Pohon

Realnewsbengkulu.com || Kepahiang – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir yang disebabkan pengaruh fenomena El Nino berdampak terhadap produksi listrik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu. Penurunan elevasi air membuat pembangkit dalam menghasilkan listrik ikut menurun.

Hal tersebut diungkapkan Manager PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, Ariful Bahri saat menggelar media Insight 2026 bersama awak media dari Kabupaten Rejang Lebong Dan Kepahiang, Senin (21/09/26) pagi. Dimana menurutnya, kondisi produksi PLTA sangat bergantung pada cuaca dan musim. Saat ini, kemarau menyebabkan debit dan elevasi air mengalami penurunan sehingga produksi listrik turut menurun.

“PLTA sangat tergantung dengan cuaca dan musim. Saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau yang menyebabkan elevasi air menurun, sehingga produksi listrik juga ikut menurun,” jelasnya. 

Mnurutnya, penurunan produksi cukup signifikan dibandingkan dengan awal tahun atau semester pertama. Jika dibandingkan dengan rata-rata produksi pada semester pertama, produksi listrik mengalami penurunan hampir 50 persen di 2 bulan terakhir. 

" Kita berharap kondisi cuaca kembali normal menjelang akhir tahun. Dengan meningkatnya curah hujan dan kondisi air yang kembali membaik, produksi listrik PLTA diharapkan dapat kembali ke kondisi normal," tambahnya. 

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi dampak kemarau sekaligus menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu telah melakukan sejumlah upaya di daerah tangkapan air atau catchment area.

Salah satu langkah yang dilakukan yaitu penanaman pohon di sejumlah lokasi. Upaya tersebut bertujuan untuk menjaga ekosistem dan membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air, sehingga cadangan air resapan tetap tersedia terutama saat memasuki musim kemarau.

“Penanaman pohon ini kita lakukan untuk menjaga ekosistem. Harapannya daerah yang ditanami bisa menyimpan air lebih lama, sehingga saat musim kemarau masih ada air resapan yang dihasilkan dari pohon yang di tanam,” tambahnya. 

Lebih lanjut, sambungnya, jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan hasil koordinasi bersama berbagai pihak dan kebutuhan masyarakat sekitar. Selain tanaman untuk menjaga lingkungan, sejumlah kelompok tani mengusulkan tanaman produktif yang nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitaran. Adapun beberapa lokasi yang ditaleh ditanami diantarany kawasan PLTA Danau Tes di kabupaten Lebong, hingga sejumlah lokasi lainnya di seputaran ulu Musi kabupaten Rejang Lebong. 

" Alhamdulillah untuk jumlah pohon yang ditanam sejak tahun 2023 lalu telah mencapai lebih dari 20 ribu pohon. Jenis tanaman yang ditanam juga tidak hanya berfungsi untuk menjaga ekosistem, namun juga akan menghasilkan di sisi ekonomi masyarakat. Jenis tanaman produktif yang di tanam seperti durian, aren, pinang, alpukat, karet dan jenis tanaman lainnya," tutupnya. (Red)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment