WBP Lapas Kelas IIA Curup Ciptakan Kompor Ramah Lingkungan Berbahan Bakar Oli Bekas

Bagikan
By Admin - RealNewsBengkulu.Com 22 Jun 2023, 20:59:09 WIB Kabupaten Rejang Lebong
WBP Lapas Kelas IIA Curup Ciptakan Kompor Ramah Lingkungan Berbahan Bakar Oli Bekas

 

Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong -- Jamhari salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu berhasil menciptakan sebuah kompor ramah lingkungan berbahan bakar oli bekas. 

Saat Press Release, Kamis (22/06/23) pagi, Kepala Lapas Kelas II A Curup, Bambang Wijanarko A.md IP ,SH. MH mengatakan inovasi pembuatan kompor berbahan bakar oli bekas  yang berhasil diciptakan oleh seorang warga binaan Lapas Kelas IIA Curup merupakan salah satu ide yang luar biasa,

" Inovasi pembuatan kompor berbahan bakar oli bekas yang ramah lingkungan ini merupakan inovasi warga binaan kita. Kompor ramah lingkungan ini sendiri sudah memiliki sertifikat hak paten sederhana dan pertama di Indonesia," jelas Kalapas

Kompor berbahan bakar oli bekas ini sambungnya, akan diproduksi dan dipasarkan ke masyarakat, dimana saat ini pihaknya telah memproduksi sebanyak 45 unit kompor dan telah menerima beberapa pesanan.

" Kompor ini sangat ramah lingkungan, dimana dari inovasi warga binaan kita, oli bekas yang melewati beberapa proses mampu menghasilkan api biru tanpa asap dan tanpa bau. Selain ramah lingkungan, kompor ini sangat irit, dimana kita telah lakukan uji coba dengan memasak gula aren dengan bahan baku sebanyak 100 Liter air nira yang menghasilkan 20 KG gula, hanya membutuhkan waktu pengerjaan selama 6 jam dan menghabiskan 14 liter oli bekas yang harga perliter oli bekas hanya Rp. 2.000. Artinya dengan kompor ini hanya dengan Rp. 28.000 petani gula aren telah mampu memproduksi sebanyak 20 KG gula aren," tambahnya.

Sementara itu, Jamhari warga binaan Lapas Kelas IIA Curup yang berhasil menciptakan kompor berbahan bakar oli bekas mengatakan, penemuan tersebut berawal dari ketidaksengajaan saat melihat oli yang dibakar.

"  Beberapa waktu lalu kita tidak sengaja melihat oli bekas yang dibakar dari situla ide ini muncul, setelah melakukan percobaan hingga 6 kali gagal akhirnya kita berhasil membuat kompor berbahan bakar oli bekas ini," jelasnya.

Ia menambahkan, kompor ini mampu menghasilkan 70 hingga 80 persen keiritan dari kompor berbahan bakar gas elpiji. Selain itu tingkat keamanan dari kompor ini juga sangat tergolong aman karena tidak ada satupun bahan yang dapat memicu meledakan.

" Saat ini kita telah membuat beberapa jenis kompor, dimana setiap jenis memiliki perbedaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, ada untuk kompor masak sehari-hari , kompor untuk pengusaha UMKM dan kompor masak untuk acara pernikahan. Dengan penemuan sederhana ini kita berharap dapat berguna untuk masyarakat terlebih untuk UMKM yang ada di kabupaten Rejang Lebong," tutupnya. (Red)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment